elevagedebergerallemand – Elon Musk mengklaim di World Economic Forum (WEF) Davos bahwa layanan Robotaxi Tesla akan “merajalela” atau sangat tersebar luas di seluruh Amerika Serikat pada akhir 2026, setelah mulai beroperasi tanpa pengemudi atau pengawas keselamatan di Austin, Texas.
Status Operasional Saat Ini di Austin

Tesla sudah menjalankan Robotaxi menggunakan Model 3 dan Model Y dengan Full Self-Driving (FSD) mutakhir di Austin sejak Juni 2025, awalnya dengan pengawas keselamatan di kursi pengemudi. Per Januari 2026, operasi sudah sepenuhnya tanpa pengemudi manusia sama sekali, meski masih dalam skala terbatas (sekitar 60 unit setelah revisi target dari 500 unit). Pengguna bisa memesan melalui aplikasi khusus dengan tarif kompetitif, menandai langkah besar menuju visi mobilitas otonom Musk.
Klaim Musk di Davos: Ekspansi Luas Akhir 2026
Dalam sesi diskusi WEF Davos (22 Januari 2026), Musk berbicara dengan CEO BlackRock Larry Fink dan menyatakan: “Tesla telah meluncurkan layanan robotaxi di beberapa kota, dan akan sangat, sangat tersebar luas di seluruh AS pada akhir tahun ini”. Ia menargetkan jaringan robofleet besar berbasis kendaraan otonom yang mengubah model bisnis Tesla dari penjualan mobil menjadi platform layanan mobilitas berbasis AI dengan pendapatan berulang.
Realitas vs Sejarah Janji Musk
Klaim ini memicu skeptisisme karena riwayat Musk sering merevisi target robotaxi:
- 2019: Prediksi 1 juta robotaxi beroperasi 2020
- 2025: Target 500 unit Austin akhir tahun direvisi jadi 60 unit
- Konsumen AS skeptis soal keselamatan (survei EV Intelligence Report)
- Regulator California tuduh Tesla iklan menyesatkan soal FSD
Meski begitu, operasi tanpa pengawas di Austin tunjukkan kemajuan nyata, dan saham Tesla langsung menguat pasca-klaim Davos.
Kompetisi Robotaxi Global
Tesla hadapi persaingan ketat:
- Waymo (Alphabet): Pimpin pasar dengan 5 kota AS + Miami baru, >100.000 trip/minggu
- Zoox (Amazon): Mulai 2025, fokus robotaxi tanpa setir/pedal
- Baidu ApolloGo (China): >6 juta trip kumulatif
Tesla unggul di skala produksi mobil (Model 3/Y murah) dan data FSD dari jutaan mil berkendara, tapi tertinggal soal regulasi dan kepercayaan publik.
Dampak Bisnis & Saham Tesla
Klaim Davos langsung dorong saham TSLA menguat signifikan 22-23 Januari 2026, karena investor nilai Tesla sebagai “AI mobility company” dengan potensi Robotaxi + Optimus jauh melebihi penjualan EV (90% pendapatan saat ini). Musk prediksi AI Tesla lebih pintar manusia akhir 2026 atau 2027, dengan Optimus dijual publik 2027.
Tantangan Menuju “Merajalela” 2026
- Regulasi: California investigasi iklan FSD, Eropa butuh supervised FSD approval
- Teknologi: FSD masih Level 2+ (bukan Level 4/5 penuh otonom)
- Kepercayaan: Survei tunjuk konsumen khawatir keselamatan robotaxi Kayasushica
- Skala: Dari 60 unit Austin ke “luas di seluruh AS” butuh ribuan mobil + infrastruktur Luck365

