penjualan tesla

Penjualan Tesla Turun 8–9% di 2025

elevagedebergerallemand – Penjualan Tesla turun sekitar 8,6% di 2025 dibanding 2024, menjadi penurunan tahunan kedua berturut-turut, dan untuk pertama kalinya Tesla disalip oleh BYD sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan volume penjualan tahunan.​​

1. Angka Resmi Tesla 2025

penjualan tesla
  • Tesla melaporkan bahwa sepanjang 2025, perusahaan memproduksi 1,655 juta unit kendaraan listrik dan mengirimkan 1,636 juta unit ke konsumen global.​
  • Angka ini turun dibanding 2024, saat Tesla memproduksi 1,773 juta unit dan mengirimkan 1,789 juta unit, artinya pengiriman 2025 turun sekitar 8,6% secara tahunan (year-on-year).​
  • Penurunan ini menandai tahun kedua berturut-turut Tesla mengalami penurunan pengiriman, setelah sebelumnya juga turun di 2024 dibanding 2023.​

2. Kuartal IV 2025: Pengiriman Anjlok 16%

  • Di kuartal IV 2025, Tesla mencatatkan produksi 434.358 unit dan pengiriman 418.227 unit, turun cukup tajam dibanding periode yang sama di 2024 (produksi 459.445 unit, pengiriman 495.570 unit).​
  • Pengiriman kuartal IV 2025 turun sekitar 16% secara tahunan, yang menjadi salah satu kuartal dengan kinerja terendah dalam beberapa tahun terakhir.​
  • Penurunan kuartal IV ini sangat terasa setelah insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat resmi dihentikan pada September 2025, yang sebelumnya menjadi pendorong utama minat konsumen membeli mobil listrik.​

3. BYD Jadi Raja EV Dunia 2025

  • Di saat Tesla mengalami penurunan, BYD justru menunjukkan pertumbuhan yang sangat agresif, dengan penjualan global mencapai 2,257 juta unit sepanjang 2025, melonjak 27,86% secara tahunan.​​
  • Dengan angka tersebut, BYD resmi menggeser Tesla sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan volume penjualan tahunan, menandai pergeseran besar dari dominasi Tesla ke produsen Tiongkok.​​
  • BYD juga mencatat ekspansi pasar yang kuat di luar Tiongkok, mencakup wilayah Asia, Eropa, hingga Amerika Latin, yang membuatnya semakin kuat di pasar global.​​

4. Penyebab Penurunan Tesla

  • Berakhirnya insentif AS: Insentif pajak federal AS sebesar 7.500 dolar AS untuk pembelian EV dihentikan pada September 2025, membuat harga Tesla lebih mahal bagi konsumen AS dan mengurangi daya tariknya.​
  • Persaingan ketat: Merek-merek Tiongkok seperti BYD, Geely, NIO, Xpeng, dan Wuling semakin kuat, menawarkan EV dengan harga lebih terjangkau dan fitur yang kompetitif, membuat pasar EV global semakin ketat.​
  • Restrukturisasi pabrik: Tesla melakukan restrukturisasi besar-besaran di pabrik-pabrik perakitannya untuk Model Y yang didesain ulang, yang mengganggu aliran produksi dan pengiriman di awal 2025.​
  • Faktor politik Elon Musk: Peran Elon Musk yang kontroversial di dunia politik juga membuat sebagian konsumen ragu untuk membeli produk Tesla, terutama di pasar AS.​

5. Relevansi untuk Konten

Topik ini sangat cocok untuk konten digital, terutama:

  • Analisis pasar: “Penjualan Tesla Turun 8,6% di 2025, BYD Jadi Raja EV Dunia: Apa yang Terjadi?”, membahas angka resmi Tesla, penyebab penurunan, dan kekuatan BYD.​
  • Update teknologi: “Tesla 2026: Dari BYD Jadi Raja EV sampai Robotaxi yang Makin Canggih”, membahas perubahan dominasi pasar, uji coba Robotaxi tanpa penumpang, dan strategi Tesla di 2026.​ Kayasushica
  • Infografis & listicle: “5 Alasan BYD Bisa Kalahkan Tesla di 2025”, “Update Tesla 13 Januari 2026: Dari Raja EV Dunia sampai Penjualan yang Turun 8,6%”. Luck365​​